Fellowequality

FellowEquality.com

Jumat, 22 Februari 2013

SENI TRADISIONAL TARAWANGSA (JENTRENG)


Narasumber : Anang Gunawan (Ketua Komunitas adat terpencil)


MITOS TARAWANGSA  (JENTRENG)
Daerah Rancakalong merupakan daerah yang jauh dari kota Kabupaten, kira-kira 15 kilometer, namun karena keunikan seni tarawangsa/jentreng inilah menjadikan Rancakalong buah bibir yang sangat menggugah para ilmuan serta seniman-seniman baik masyarakat lokal (Indonesia) maupun pengamat luar negeri. Keunikan budaya ini antara lain adalah kegiatan Ngalaksa, Mubur Suro, Mapag Ibu dan sebagainya.
Dalam hal ini ketua adat sebagai narasumber memaparkan secara singkat asal usul terjadinya budaya tarawangsa yang setiap tanggal 9-10 muharram senantiasa diperingati.
Daerah Rancakalong semasa pemerintahan Kerajaan Mataram kira-kira abad 15 atau 16 pernah tertimpa malapetaka kehilangan bibit padi atau Dewi sri. Karena pada waktu itu banyak yang gagal panen dan anehnya padi yang berhasil tumbuh akan tetapi tidak berisi (hapa), kejadian ini menurut para tokoh terdahulu bahwa masyarakat tani sudah melupakan tata tertib memuliakan padi (Dewi Sri). Masyarakat gelisah dan panik menghadapi masalah ini. Namun karna inisiatif para pemuka masyarakat seperti Embah Wisanagara, Embah Jatikusuma, Embah Raksagama, Embah Wirasuta melihat kondisi masyarakat yang banyak mengalami kelaparan serta banyak korban berjatuhan karena kelaparan, kemudian mereka mulai bermusyawarah untuk menemukan pemecahan masalah. Munculah sebuah ide untuk menentukan keberangkatan mencari bibit padi. Dikarnakan mereka mendengar bahwa Kerajaan Mataram memiliki bibit padi yang banyak, kemudian mereka mulai berangkat disertai utusan dari Sumedang yaitu Nyi Sumedang entah berapa lamanya mereka menempuh perjalanan yang sangat jauh itu.
Sampai di sana mereka mendapatkan kendala yang sangat sulit dipecahkan, sebab bibit padi dijaga sangat ketat oleh Kerajaan Mataramdan tidak diperkenankan bibit itu keluar dari lingkup Kerajaan. Namun, dengan telaten Embah Embah Jatikusuma membuat alat seni yang dinamakan Tarawangsa. Kemudian mereka berlima mulai mementaskan kelihaiannya kesetiap warga di Kerajaan Mataram. Sebuah pertanyaan terlimpah dari masyarakat “seni yang dimainkan itu namanya apa?” dijawablah oleh salah satu dari kelima orang tersebut bahwa sini ini semata-mata untuk memuliakan Dewi Sri (padi), lama-kelamaan terdengar oleh Raja Mataram kemudian mereka berlima diperintahkan untuk mementaskannya sebagai imbalan mereka diberikan semua kebutuhan termasuk di dalamya bibit padi.
Keterampilan membuahkan keuntungan mereka dapat memasukan bibit padi ke dalam lubang kecapi dan tarawangsa. Pertunjukan pun selesai, akhirnya mereka meminta ijin untuk pulang, karena mereka membuat Raja terhibur, petugas kerajaan pun diutus beliau untuk mengantarkan mereka. Mereka berlima pulang tanpa hambatan apapun melintasi daerah Demak, Kudus, Solo, Cirebon. Namun sayangnya ketika mereka melewati Solo Nyai Sumedang meninggal. Hingga saat ini makam beliau ada di Solo. Selanjutnya keempat orang tersebut melanjutkan perjalanan sampai Rancakalong. Masyarakat pun menyambut hangat mereka berempat dengan meriah atas keberhasilan itulah diperingatilah seni tarawangsa seperti kegiatan Ngalaksa, Mubur Suro, Mapag Ibu dan sebagainya semata-mata untuk penghormatan terhadap Dewi Sri (padi).

ISTILAH-ISTILAH SENI TARAWANGSA
Upacara Adat
1.     Ngalungsurkeun
2.    Netes
3.    Nema Paibuan
4.    Hiburan Ibu-ibu dan Hiburan laki-laki
5.    Pohaci (Icikibung)
6.    Nginep
7.    Tutu/doa
Pelaksanaan Upacara
1.     Penabuh dua orang yaitu kecapi dan tarawangsa
Pelaku: Satu orang orang laki-laki (saehu) satu orang perempuan (saehu) dan empat orang pembantu wanita.
Diawali oleh ke 5 yang menjadi sejarah pembawa padi diantaranya
Wisa nagara                    : Juru bahasa
Jati Kusuma                               : Membuat jentreng
Raksa gama dan Wirasuta : Pemain tarawangsa
Nyai Sumedang                : Penari, dalam menari disunahi berjabatan tangan dengan tujuan silahturahmi lambing saling menghormati.
Alat musik
Tarawangsa artinya laras salendro
Kacapi artinya menunjukan 7 senar
Rebab artinya menandakan Wali Songo


2.    Lagu-lagu
Saur, Pamapag, Pangampungan, Pangameut, Limbangan, Angin-angin, Jemplang, Sirnagalih, Keupat Eundang, Pangairan, Koromong, Dengdo, Reundeu, Bangun, Mataraman, Degung.
3.    Kelengkapan
ü  Totopong Hideung
ü  Takwa Hideung
ü  Samping Perangantakusumah (kebat) artinya maksud dan tujuan harus tercapai
ü  Keris Pustaka artinya symbol laki-laki yang menunjukan mistik dan kepercayaan.
ü  Empat selendang putih, merah, hijau, dan kuning artinya kerembong
ü  Renda
ü  Sisir artinya rapih
ü  Kaca
ü  Gelang artinya hati yang bulat
ü  Dua mata Uang logam diantaranya geulis (pare), kasep (artos)
ü  Pitung (di dalamnya padi) artinya apabila patung perempuan itu adalah Dewi Sri, sedangkan laki-laki adalah uang. Lambang itu symbol bahwa taraf hidup masyarakat dulu dan sekarang.
ü  Tungku artinya keselamatan
ü  Sasajen. Di antaranya:
·         Dua bakakak (bakar ayam) artinya hati yang bebas tidak tertutup
·         Panggar bakar ikan mas artinya kesemangatan
·         Puncak manik (dijauhkan dari hati yang hitam)
·         Nasi liwet
·         Kendi + air + hihid  artinya untuk menenangkan diri
·         Hanjuang artinya subur pertaniannya
·         Satu pinggiran beras putih dan telur ayam mentah
·         Satu nyiru makanan, seperti :
Bubur bereum bodas (bendera alam siang dan malam), kupat (menyatu/bersatu satu ikatan),dupi (bintang penerang), tangtang angina, opak, wajit, angling, lontong, bugis (manis dalam persatuan), congcot (satu wadah akan damai bersih),  buahbuahan rupa-rupa (keanekaragaman tapi tetap satu), rurujakan (rujak cau, kalapa, asam, cuing, cikopi, hanjuang, hihid, satu baki rupa-rupa kembang, minyak kalapa, menyan, satu pinggan air dan satu pinggan besar pakai tektek untuk tetes dan pohaci), pasir biru,  Semuanya disimpan di atas kain putih.

WAWARANGSA (PANTRANGAN-PANTRANGAN)
Bagi perempuan yang datang bulan (haid) tidak boleh menari, karena ngibing merupakan perbuatan yang suci.

SEKILAS PENGETAHUAN
ADAT TRADISIONAL NGALAKSA
Kegiatan adat tradisional ngalaksa merupakan sebuah budaya yang tidak ada di darah lain.
Cara kegiatan ngalaksa berupa makanan yang bahannya dari tepung beras, melalui beberapa tahap, tahap pertama pemberitahuan (berawa), tahap kedua pengumpulan bahan berupa padi, tahap ketiga pembagian bahan seperti :bahan laksa, untuk makan, untuk belanja dan cadangan. Tahap keempat penumbukan secara kasar, tahap kelima mencuci beras, tahap keenam menyimpan beras hasil dicuci dipejemuhan selama tiga hari tiga malam, bila telah jadi baru tumbuk lagi dijadikan tepung, selanjutnya diolah menjadi laksa. Setelah menjadi laksa dibagikan oleh rurukan kesemua yang hadir dan yang ikut andil bahan kemudian diadakan penutupan.
Buku Taunan
Buku taunan yang dikenal di masyarakat Rancakalong adalah melaksanakan upacara rasa syukur kepada Alloh dan mementaskan seni Tarawangsa/Jentreng penghormatan Dewi Sri selesai panen. Hal ini menggambarkan kegembiraan masyarakat petani (Rumpak Jarami Ampih Pare).
Mapag Ibu
Istilah mapag Ibu adalah menjemput padi bila telah selesai pemeliharaan, penjemuran untuk disimpan kedalam gudang (leiut), acara dalam penjemputan dengan masyarakat yang diundang, Rengkok dan Dogdog, Beluk, Sampiran, Umbul-umbul dan sebagainya. Di rumah disediakan rombongan seni Tarawangsa (Jentreng).

SIMBOL-SIMBOL YANG DIKEMUKAKAN OLEH WARGA SEKITAR
Narasumber : Tarsa 59 tahun
Menurut beliau menuturkan :
Bubur bereum artinya getih dan amarah
Bubur bodas artinya getih mutainah
Ngalaksa diantaranya beras kemudian jadi tepung lalu dibuat laksa
Hanjuang artinya rumangiang (jangan monoton atau harus kreatif)
Padi artinya makanan untuk keselamatan (Qudratulloh) alamdunia
Kupat artinya kelamin laki-laki
Lepet artinya kelamin perempuan
Rujak cau artinya ibu yang mengandung
Rujak kelapa artinya bapak yang ngayuga
Rujak asam artinya Ka nya Sri Dang dayang trisnawati
Kapangradinan tarawangsa artinya dipersembahkan ke Syekh Abdul Qodir Jaelani

Narasumber : Yayat 45 tahun
Pertanyaan : Apakah bapak mengenal seni Tarawangsa ini apa?
                   Dapatkah bapak paparkan seni tarawangsa itu seperti apa?
Jawab:
Menurut saya, lebih ke unsur magis yang memang ada atau terasa. Tapi menurut saya kembali ke orang tersebut. Disini saya sering berpikir bahwa antara budaya dan agama jelas berbeda-beda. Namun, yang membedakan adalah kelogisan berfikir manusia atau masyarakat Dusun Cijere, Rancakalong. Bersamaan dengan sasakala 17 Rancakalong bersamaan dengan Tarawangsa. Rurukan di sini dikenal dengan sebutan turun-temuru. Jadidi Ranckalong ini terdapat dua perayaan seni Tarawangsa yaitu Komunitas adat terpencil dan rurukan (turun-temurun).

Narabumber : Ningsih 50 tahun  dan Rukmaningsih 46 tahun
Pertanyaan:
Apakah Ibu-ibu ini dapat memaparkan terkait pengetahuan tentang Bubur Suro?
Jawab:
Saya mengenal karena kebetulan saya tingggal di sini sudah lama. Ade-ade bisa lihat di sana terdapat katel-katel yang disediakan untuk bubur suro, itu jumlahnya 7 katel cikal sampai bungsu. Setahu ibu kenapa hanya 7 katel dengan bahan 1000 rupa  hasil bumi, dikarnakan sasakala lutung kasarung. Bahan-bahan untuk bubur suro ini harus 1000 rupa dari hasil bumi tidak boleh beli di pasaran.
Persiapan acara ini 4 hari untuk mesel kemudian ke guah kan.
Mantra-mantra kebetulan kami tidak tahu, dikarnakan yang mengetahui mantra-mantra acara ini adalah hanya Pak Ustad, dan ketua adat saja.
Dalam Bubur Suro terdapat ketentuan-ketentuan seperti, meski menggunakan gebog pisang sebagai tungku (nyimas pohaci bungkuk nyiimas). Cara menebangnya juga tidak sembarangan harus oleh orang yang bisa, seperti Pak Ustad atau ketua adat karena harus dibacakan mantra-mantra.
Ketentuan lain adalah penjaga goah meski orang yang dipercaya disebut Canoli yang lihai membuat rujak-rujakan dan menata bahan-bahan bubur suro ketika upacara adat akan dimulai.
Masyarakat setempat yang ikut andil dalam acara ini, meski memberikan sumbangan seperti : 2 liter beras, uang Rp.10.000,-, gula pasir 2 kg, kayu bakar seikat (bakul), dan kelapa 2. Itu untuk perorang.

Ketika upacara bubur suro ini dilaksanakan ada pantrangan-pantrangan yang harus di taati, yaitu: kata daun tidak boleh diucapakan, terdapat istilah lain yaitu sinjang. Semat yang digunakan untuk menusuk sinjang harus diucapkan dengan istilah biting. Hawu tang dikenal oleh kita harus diucapkan tungku atau nyimas pohaci bungkuk nyiimas
MANTRA-MANTRA
Nara Sumber: Suminta 63 tahun
Mantra Nitipkeun
A’udzubillahiminassyaitonnirrojiim, bismillahirrohmannirrohiim
Kaula nitipkeun pepelakan tatanduran awaking bagusna, langgeng kabumi ka langit, kanu nyiptakeun dewi sri, agengna kakanjeng Nabi Sulaeman As, kanu ngatik kanu nyai hurip ku penting waras ku berang, laaillahaillallohu Muhammaddarosululloh Saw.
Mantra Ngawen
Bismillahirrohmannirrohiim. Pohaci Nagiri aran pupuhan, pohaci raraga aran pojok cubu pohaci indar maya pohaci selang sasih mangkanari pohaci aran pojok kaler, kumpul aci sari kawasa gai rehna dina dinten enjing bade dipapag anu sareng pama. laaillahaillallohu Muhammaddarosululloh Saw. Narunan dibuat
Asyhaduallaaillaahaillollohu Waasyhaduanna muhammadarrasululloh,
Bismillahirrohmannirroohiim. Curmancur cahaya terusing rasa ieu ngahaturkeun sangu putih sakuleupan ka nyimas utun ini ratmai ratmanah si abdi sang sadayati takkan sangsadarasa malaikat sang kemesola panghaturkeun pangabaktos kakanjeung Gusti yang agung sangke-sangkena sangkliti putih sang karacakan jati tunggal.
Mantra Nyepeng Padi
Pada maya lengang, pohaci maya herang, pada maya garing ulah geger ulah rewasdongkap anu ngala cunuk anu mupuhun nya maneh sarana tunggal.
Syahadat Sri
Ashadu inni syahadat ari pertanda ingdillatulloh gedong cahaya ku ing dzatulloh gumilang tanpa kadaton.
Mantra Doa Sri
Allohumma sri ayana nu asih sabanyu milik nu megang purba herang buah kholdi ka ci Alloh sundana pamegang sri sunnahna salamet umat Muhammad pare beureum pare hideung pare putih anu ngajadikeun cahaya ning manusia rep ngarasa gumilang cahya ning alloh. laaillahaillallohu Muhammaddarosululloh Saw.
Mantra Ijab Qobul
Bismillahirrohmannirroohiim. Assalammualaikum Wr.Wb. Asyhaduallaaillaahaillollohu Waasyhaduanna muhammadarrasululloh,
Abdi Amit kanu kagungan imah ieu, nu kacurung kuwangunan, katincak ku tatapakan, ka sang ratu waruga bumi, ka sang ratu waruga jaga, ka sang ratu waruga eleder buder. Dewata maring mangsa, maring dewata. Teu wana teu wani teu wawuh bisi kakoer, katoker,kagandengan, katektekan.
Mantra Ngibing/menari
Kawetan ka rama anu kawasa, ka kulon ka ibu anu pasti, ka kidul ka aki nu sakti, ka kaler ka nini nu sakti

(Pengambilan data oleh mahasiswa UNINUS 24-11-2012)

Sabtu, 16 Juni 2012

MEMPERCEPAT PROSES STARTUP WINDOWS XP


Sebagian besar pengguna sistem operasi Windows XP masih belum memahami cara memaksimalkan kinerja suatu sistem operasi. Bahkan komputer dengan prosesor Core 2 Duo pun dapat menjadi lambat apabila tidak mengerti cara pengoptimalannya.
Pada sistem operasi Windows XP banyak cara yang bisa dilakukan agar komputer yang dimiliki bisa ngebut kembali seperti saat pertama kali komputer itu dibeli, baik menggunakan software-software yang banyak beredar atau pun menggunakan cara manual.
Apabila anda lebih menyukai cara manual, Windows menyediakan beberapa komponen yang bisa diutak-atik untuk membuat kinerja komputer menjadi lebih optimal. Namun, perlu diingat optimalisasi dengan cara mengutak-atik komponen yang ada pada Windows sangat beresiko. Resiko tersebut mulai dari ngadatnya Windows XP, sampai tidak dapat masuk ke dalam layar desktop. Sebaiknya anda memahami setiap resiko yang ada sebelum mengambil keputusan untuk mengutak-atik suatu komponen.
Sekilas tentang MEMPERCEPAT PROSES STARTUP WINDOWS XP
Ada dua cara untuk mempercepat proses Startup Windows XP. Cara pertama menggunakan msconfig.msc, sedangkan yang kedua dengan menggunakan services.msc.
Berikut langkah-langkah untuk mempercepat proses Startup pada Windows XP dengan menggunakan msconfig :
1.      Buka aplikasi Run. Klik Start pada windows kemudian pilih Run, atau tekan tombol Windows + R pada keyboard.
2.      Ketik msconfig, kemudian klik OK
3.      Klik tab Startup, kemudian hilangkan centang pada program-program yang tidak diperlukan.
4.      Pindah ke bagian tan Services. Hilangkan centang pada servis-servis yang menurut anda tidak penting, seperti Automatic update, Messanger dan sebagainya.
5.      Selanjutnya pindah kebagian tab BOOT.INI. ketikkan nilai 10 pada bagian timeout. Apabila anda memberikan nilai di bawah 10, maka Windows akan menjadi tidak stabil.
6.      Klik tombol OK untuk menyimpan setip perubahan yang sudah dilakukan.
7.      Restart komputer anda untuk melihat perubahan yang terjadi.
Sedangkan   untuk mempercepat proses Startup Windows XP dengan menggunakan Services.msc, lakukan langkah-langkah berikut ini :
1.      Buka aplikasi Run, klik Start pada windows, kemudian pilih Run atau tekan tobol Windows + R pada keyboard.
2.      Ketik services.msc, kemudian klik OK
3.      Klik ganda pada program yang akan dinonktifkan, misalnya Messenger.
4.      Pada startup type, pilih Disable untuk menonaktifkan Messenger.
5.      Klik OK, kemudian Restart komputer anda untuk melihat perubahan.
6.      Lakukan hal yang sama seperti langkah-langkah di atas pada setiap service atau aplikasi yang ingin.
Berikut ini akan diberikan daftar services yang bisa dinonaktifkan tanpa mengganggu kinerja aplikasi yang lain :
a.      NetMeeting
b.      Human interface Devices
c.       Web client
d.      Remote Desktop Help Session manager
e.      Aplication management
f.        Routing & Remote Acces
g.      Clipbook
h.      SSDP Discovery Chanel
i.        Alerter
j.        QOS RSVP
k.       Fast User Switching
l.        Remote Registry
m.    Indexing Service
n.      Net Logon
o.      Universal plug and play Device Host
p.      Messenger

Selasa, 29 Mei 2012

REVISI MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA


PEMBELAJARAN BERBICARA DENGAN METODE ROLE PLAYING ( BERMAIN PERAN )
Metode role playing (bermain peran) menurut Sanjaya (2009 : 159 ) adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa actual, atau kejadian-kejadian yang muncul pada masa mendatang.
Sedangkan menurut Suyatno (2009 : 70) metode role playing (bermai peran) adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup ataubenda mati.
Berdasarkan pengertian di atas dapat kita simpulkan metode role playing ( bermain peran ) adalah metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan serta pengkreasian peristiwa-peristiwa yang di imajinasikandengan cara memerankan tokoh hidup atau mati.

Langkah-langkahPembelajaran dengan Metode Role Playing (Bermain Peran)
Sanjaya (2009: 159) menjabarkan langkah-langkah pembelajaran dengan
menggunakan metode role playing (bermain peran) sebagai berikut :

1)  Persiapan
a)  Menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai.

b)  Guru  memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan.

c)  Guru menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peranan yang

                 harus dimainkan pemeran, serta waktu yang disediakan.

d)  Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya khusunya pada

                  siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi.
2)  Pelaksanaan

a)  Simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran.

b)  Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian.

c)  Guru  hendaknya  memberikan  bantuan  kepada  pemeran  yang  mendapat

                  kesulitan.

d)  Simulasi  hendaknya  dihentikan  pada  saat  puncak.  Hal  ini  dimaksudkan

                  untuk  mendorong  siswa  berpikir  dalam  menyelesaikan  masalah  yang

                  sedang disimulasikan.
3)  Penutup

a)  melakukan  diskusi  baik  tentang  jalannya  simulasi  maupun  materi  cerita

                 yang disimulasikan. Guru harus mendorong agar siswa dapat memberikan

                  kritik dan tanggapan terhadap proses pelaksanaan simulasi.

b)  merumuskan kesimpulan.

Kelebihan Metode Role Playing (Bermain Peran)

Terdapat beberapa kelebihan pembelajaran dengan menggunakan metode

role playing (bermain peran), diantaranya:

1)  Dapat  dijadikan  sebagai  bekal  bagi  siswa  dalam  menghadapi  situasi  yang

     sebenarnya  kelak,  baik  dalam  kehidupan  keluarga,  masyarakat,  maupun

      menghadapi dunia kerja.

2)  Dapat mengembangkan kreatifitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi

     Kesempatan untuk memainkan perannya sesuai dengan topik yang disimulasikan.

3)  Dapat  memupuk keberanian dan rasa percaya diri.

4)  Dapat  memperkaya  pengetahuan,  sikap,  dan  keterampilan  yang  diperlukan

     dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis.

5)  Dapat meningkatkan gairah siswa dalam pembelajaran (Sanjaya, 2009: 158).

Kelemahan Metode Role Playing (Bermain Peran)

Selain memiliki banyak kelebihan, metode role playing (bermain peran)pun memiliki kelemahan, diantaranya :
1)  Pengalaman  yang  diperoleh  melalui  simulasi  tidak  selalu  tepat  dan  sesuai

dengan kenyataan di lapangan.

2)  Pengelolaan yang kurang baik sehingga fungsi simulasi menjadi alat hiburan

membuat tujuan pembelajaran terabaikan.

3)  Faktor psikologis seperti rasa takut dan malu sering memengaruhi siswa dalam

melakukan simulasi.

Selasa, 08 Mei 2012

BAGAIMANA CARA MEMECAHKAN PASSWORD


Salah satu cara untuk menembus proteksi password yang paling mudah adalah dengan cara menebak (guessing). Ada banyak cara dalam melakukan atau memecahkan untaian kata-kata sandi tersebut, selain dengan cara menebak (guessing) password, di antaranya :
1.      Menggunakan metode trial atau error.
Metode ini memang tidak jauh berbeda dengan metode guessing di mana metode trial dan error adalah metode coba-coba. Metode ini dilakukan dengan memasukan sembarang password dan jika salah dapat dicoba lagi dengan menggunakan kata-kata yang lain. Karena banyaknya kemungkinan yang ada maka metode ini memiliki peluang peluang yang sangat kecil untuk menembus password anda.
2.      Menggunakan metode social engineering    
Perangkap atau jebakan dalam melakukan usaha mencari informasi sebanyak-banyaknya memang seringkali digunakan dalam metode ini untuk melancarkan aksi pencarian/pencurian password.
Contoh nyata dalam kasus ini adalah kasus website klik BCA (Bank Central Asia). Mereka membuat situs yang benar-benar mirip, baik dari tampilan maupun isinya dengan situs aslinya (www.klikbca.com) dan mereka menamakan situs tersebut dengan situs yang mirip pula dengan nama situs aslinya, misalnya www.clicbca.com, www.clickbca.com atau nama-nama lainnya. Jebakan adalah ketika mereka mengisi nomor kartu kredit mereka dan juga PIN data-data penting tersimpan yang kemudian dimanfaatkan oleh sang pembuat situs palsu tersebut
3.      Menggunakan program bantu (tools)
Penggunaan metode yang menggunakan program bantu ini biasanya memiliki beberapa metode khusus dalam melakukan pencarian password, diantaranya:
a.      Brute force attack
Yaitu dengan mencoba semua kombinasi, mulai dari aaaa sampai zzzz, hingga beberapa karakter.
b.      Dictionary attack
Yaitu dengan menebak menggunakan kata-kata dalam kamus data dan dikombinasikan dengan angka-angka atau karakter
c.       Personal information attack
Dengan cara memasukan data-data pribadi, seperti nomor telepon, tanggal lahir, nama pacar, kode pos, dan sebagainya
4.      Menggunakan metode logical injection
Metode ini adalah metode pertengahan. Prinsip kerjanya adalah membenarkan hasil perbandingan antara password dan username asli dengan isiannya. Untuk mengisi dua field (password dan username) maka operator pembanding yang digunakan adalah “DAN”. Operator “dan” bernilai benar jika dua komponennya bernilai benar.
5.      Membalik/melewatkan pengecekan (bypass)
Cara ini sangat sulit karena kita harus mengetahui cara kerja sistem dan bahasa yang di gunakan. Berbeda dengan logical injection yang melakukan manipulasi dari luar. Bypass sistem ini benar-benar mengubah/memodifikasi ulang sistem sehingga menghasilkan nilai-nilai yang dimaksud. Cara ini beresiko tinggi karena jika modifikasi yang dilakukan salah maka sistem akan rusak.

Nah itulah cara memecahhkan password, tulisan ini saya kutip dari sebuah buku “Best Tools Hacking dan Recovery Password” karya jaja jamaludin malik. 
Semoga bermanfaat untuk teman semua. 

Sabtu, 28 April 2012

PANDANGAN TERHADAP SURAT EDARAN DIRJEN DIKTI

Sejak diterbitkannya Surat Edaran (SE) Dirjen Dikti Kemendikbud tertanggal 27 Januari 2012 itu, untuk lulus sarjana harus membuat makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah, magister pada jurnal nasional, dan doktor pada jurnal internasional. Pro dan kontra deras mengalir menanggapi keputusan tersebut. Beberapa pihak menyatakan setuju dengan keputusan tersebut dengan beralasan bahwa penerbitan jurnal akan mampu mendorong akademis mahasiswa. Selain itu, pihak yang setuju juga berpendapat dengan adanya penerbitan jurnal akan bisa memetakan Perguruan Tinggi (PT). Dalam arti, akan terlihat nantinya PT mana yang selama ini nilai akademisnya jalan dengan sangat baik dan yang hanya jalan ditempat.

Namun, di sisi lain ada juga pihak yang mengecam keptusan di atas dengan berdalih penerbitan jurnal akan menghambat kelulusan mahasiswa. Benarkah seperti itu? Sejauh penulis ketahui, memang sebuah jurnal terkadang memakan waktu yang cukup lama dalam proses penerbitannya. Penulis juga sempat berdiskusi dengan beberapa dosen secara langsung maupun via social network. Sebuah publikasi jurnal bisa memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk mengunggu diterbitkan. 

Hal ini pernah dialami oleh seorang dosen, yang harus rela menunggu kurang lebih 1 tahun untuk bisa diterbitkan jurnalnya.Sementara itu, dalam satu edisi jurnal terkadang maksimal terdiri dari 10-15 judul itupun bisa hanya terdiri 8 judul. Dan jurnal merupakan sebuah majalah yang tidak terbit setiap hari seperti layaknya surat kabar/koran. Jurnal terbit setiap semester (6 bulan) atau tahunan. Untuk lulusan Strata 1 (S1) mencapai ratusan bahkan ribuan mahasiswa. Bisa dibayangkan harus menunggu berapa lama mahasiswa untuk lulus. Misalnya, satu kali periode sebuah PT meluluskan 100 mahasiwa. Satu kali jurnal terbit memuat 10 judul dengan masa terbit per semester. Maka, mahasiswa harus rela menunggu kurang lebih 5 tahun untuk lulus. Belum lagi harus berurusan dengan editor yang semakin menambah panjang rentetan proses penerbitannya (layak terbit atau tidak).


Rujukan
http://edukasi.kompasiana.com/2012/04/08/perlukah-penerbitah-jurnal-ilmiah-mahasiswa/